![]() |
| Gambar Hanyalah Ilustrasi |
KUNINGAN — FORWADES
Isu keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Kuningan kini tidak lagi sekadar menjadi konsumsi politik di tingkat elite, melainkan telah merembet hingga ke masyarakat di tingkat akar rumput. Gejolak dingin di antara kedua pimpinan daerah tersebut menjadi perbincangan hangat di warung kopi, pasar tradisional, hingga diskusi warga di desa-desa.
Sejumlah warga mengaku bingung dan kecewa melihat kondisi pemerintahan daerah saat ini. Pasalnya, masa jabatan kepemimpinan mereka baru berjalan sekitar satu setengah tahun, namun tanda-tanda ketidakharmonisan justru lebih menonjol dibandingkan capaian kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Janji Politik vs Realita Lapangan
Masyarakat menilai belum ada bukti kerja nyata atau program strategis yang memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan warga Kuningan sejak pasangan tersebut dilantik. Ketimbang fokus menuntaskan janji-janji kampanye, kedua pejabat tersebut dinilai lebih sibuk memper tontonkan keretakan komunikasi politik.
"Sangat disayangkan dan memalukan. Baru satu setengah tahun menjabat, bukannya kompak membangun Kuningan, malah kelihatan pecah kongsi. Rakyat di bawah bingung, yang dirasakan belum ada perubahan apa-apa," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Sorotan Terhadap Ego Politik Menuju 2029
Akar rumput menyayangkan sikap kedua pimpinan yang dinilai lebih mementingkan ego politik masing-masing ketimbang kepentingan publik. Keretakan ini diduga kuat dipicu oleh perebutan panggung dan pembentukan citra demi mencari simpati publik menghadapi kontestasi Politik/Pilkada mendatang pada tahun 2029.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Kuningan akan menjadi lambat dan tidak optimal akibat ketidakselarasan di tingkat pimpinan. Warga berharap Bupati dan Wakil Bupati dapat mengesampingkan syahwat politik personal, kembali duduk bersama, dan fokus bekerja memenuhi janji politik kepada masyarakat yang telah memilih mereka., jangan hanya omon omon dan umbar janji yang menebarkan kekecewaan.
(Red)
