​Pisah Sambut Camat dan Sekmat Cilimus Digelar di Balai Desa, Publik Pertanyakan Fasilitas Kantor Kecamatan

Kuningan Forwades.com - Suasana haru mewarnai acara pisah sambut Camat dan Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cilimus yang diselenggarakan pada Kamis /09/2/01/25. Namun, di balik khidmatnya prosesi pergantian kepemimpinan tersebut, muncul sorotan dari masyarakat terkait pemilihan lokasi acara serta anggaran yang dibebankan kepada desa.

​Alih-alih dilaksanakan di lingkungan Kantor Kecamatan Cilimus, seremoni sertijab (serah terima jabatan) ini justru dilangsungkan di Aula Balai Desa Cilimus. Hal ini pun memicu pertanyaan publik mengenai ketersediaan dan kelayakan ruang pertemuan di kantor kecamatan setempat.

​Prosesi Pisah Sambut

​Acara ini menandai berakhirnya masa jabatan Camat lama, Cece Hendra Krismanto  yang digantikan oleh Ade Bunyamin. Begitu pula dengan posisi Sekretaris Kecamatan yang kini resmi berpindah tangan.

​Dalam sambutannya, pejabat lama menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran desa dan masyarakat atas sinergi yang terjalin selama ini. Sementara itu, pejabat baru menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program kerja serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah Cilimus.

​Meski acara berjalan lancar, sejumlah warga dan tamu undangan menyayangkan lokasi kegiatan yang harus "menumpang" di aula desa. Muncul opini di tengah masyarakat yang mempertanyakan apakah Kantor Kecamatan Cilimus tidak memiliki ruang representatif untuk menampung agenda internal kecamatan.

​"Seharusnya level kecamatan punya aula sendiri yang memadai. Kalau harus ke balai desa, kesannya kantor kecamatan tidak memiliki fasilitas untuk kegiatan besar seperti ini," ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

​Menanggapi hal tersebut, pihak panitia atau perwakilan kecamatan menjelaskan bahwa pemilihan Balai Desa Cilimus didasarkan pada pertimbangan akses jalan,  kapasitas tamu undangan yang cukup banyak agar tetap memberikan kenyamanan bagi para hadirin.

Selain soal lokasi beberapa kepala desa menyayangkan beban anggaran yang dikutip untuk kegiatan tersebut lumayan cukup besar apalagi anggaran desa disaat ini. ( awal tahun ) lagi tidak baik baik saja.

Salah satu kepala desa yang enggan di sebut namanya mengungkapkan bahwa dirinya baru saja setor sebesar Rp 600. ribu rupiah

" kegiatan ini patungan, saya kena Rp 600 ribu rupiah  " ujarnya.

senada, kepala desa yang lainpun menyerahkan uang untuk kegiatan tersebut kepada Ketua DPK kecamatan Cilimus yaitu kepala desa Cibeureum .. 

kepala desa Cilimus H Mulyadi n  ketika dimintai tanggapannya terkait kegiatan tersebut mengatakan, " dari 13 desa yang memberikan sumbangan hanya 10 desa , dan itupun di pegang oleh ketua DPK, sedangkan desa cilimus hanya menyediakan fasilitas saja, bahkan untuk konsumsi juga kami keteteran"; ( bul ,)


Previous Post Next Post