CIREBON —. FORWADES COM.
Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon, Pangeran Kuda Putih, menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan semata tentang istana, gelar, atau kemegahan, melainkan tentang pengabdian kepada rakyat Sabtu 15 Agustus 2026.
Melalui gagasan Kampanye Nasional STOP BULLYING / STOP PERUNDUNGAN, Pangeran Kuda Putih mendorong kepedulian bersama terhadap perlindungan anak-anak Indonesia. Gagasan ini akan diperkuat dengan pembentukan SATGAS STOP BULLYING sebagai gerakan sosial untuk edukasi, pencegahan, pendampingan, dan mendorong penanganan kasus perundungan.
Pesannya sederhana:
“Jangan biarkan seorang anak menghadapi perundungan sendirian.”
Menanggapi pandangan bahwa dirinya adalah “Sultan yang tidak mempunyai istana”, Pangeran Kuda Putih menegaskan bahwa istana baginya bukan sekadar bangunan.
“Istana saya cukup di mana ada rumah rakyat saya, di sanalah istana saya.”
Dari Caruban Nagari untuk Nusantara:
STOP BULLYING.
STOP PERUNDUNGAN.
SELAMATKAN ANAK-ANAK INDONESIA.
Karena istana sejati seorang pemimpin bukan hanya tempat ia berdiri, tetapi tempat rakyat merasa diperhatikan, anak-anak merasa dilindungi, dan pengabdian benar-benar diwujudkan.
