Kuningan Forwades .com - Ramainya pemberitaan adanya pemasangan antena sektoral di menara salah satu masjid di kecamatan Kalimanggis kabupaten Cirebon menjadi perbincangan publik.
Pemasangan antena tersebut banyak mendapat berbagai ragam pendapat salah satunya dari kaur pemerintahan desa Wanasaraya.
Menurutnya sebagai penerima manfaat, pemerintah desa dan masyarakat Wanasaraya tidak mempermasalahkan tempat pemasangan jaringan telkomsel, justru kami merasa senang dan terbantu dengan adanya jaringan tersebut, masyarakat bisa mengakses informasi dengan cepat,
" Pemasangan antena di menara masjid sebelumnya sudah dimusyawarahkan dengan DKM, pemdes dan beberapa tokoh masyarakat, serta telah berkordinasi dengan diskominfo , dan kami tidak ada masalah dengan semua itu, bahkan kami berterima kasih telah mendapat manfaat " ujar kaur di dampingi sekdes Wanasaraya.
Sementara itu di tempat yang sama dengan di hadiri beberapa media dan pihak diskominfo, pihak owner dari Telkomsel , Tri Wahono menjelaskan, bahwa pihaknya mendapat permintaan untuk memasang jaringan di desa Wanasaraya untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan signal yang baik, karena selama ini masuk dalam wilayah blank spot.
" Kami membantu masyarakat desa Wanasaraya tidak berorientasi pada bisnis dulu, karena kalau dilihat secara bisnis tentu kami merasa rugi apalagi harus membangun. Tower yang biayanya cukup besar,, makanya solusinya dipasang antene sektoral di menara mesjid atas musyawarah " ujarnya
Hal senada di sampaikan Kabid Acep Tisna, bahwa adanya antene di desa Wanasaraya adalah salah satu program untuk mengurangi wilayah blank Spot di wilayah Kuningan dan sekarang sudah berkurang tinggal 4 wilayah lagi yang belum mendapat pelayanan signal yang baik karena belum terpasang jaringan.
" Untuk memenuhi kebutuhan hak masyarakat dalam mendapat jaringan , kami meminta kepada pihak Telkomsel untuk membantu memasang jaringan di wilayah yang di anggap blank spot, dan alkhamdulillah mereka merespon dengan baik , hal ini bisa menambah berkurangnya jumlah wilayah blank spot di kabupaten Kuningan dari yang tadinya lebih dari 8 wilayah menjadi 4 wilayah ," terang Acep.
(Bule )
