![]() |
| gambar adalah pemanis |
Kuningan Forwades.com – Tata kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) " Masagi" di Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, salah seorang warga bernama Yayat diduga menjadi korban kerugian materil mencapai puluhan juta akibat kerja sama pengadaan komoditas beras yang tidak kunjung dibayarkan oleh pihak pengurus bumdes
Permasalahan ini bermula saat Yayat diajak bekerja sama oleh pengurus Bumdes Masagi untuk pengadaan beras . Komoditas tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan kesepakatan awal, sistem transaksi dilakukan secara tunai (cash) dengan prinsip "ada barang, ada uang". Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik:
Yayat telah mengirimkan pasokan beras ke SPPG namun uangnya terlebih dulu di ambil pengurus Bumdes tanpa diserahkan ke Yayat.
Kepala Desa Bayuning Hj Yumi Spd ketika dikonfirmasi media ini menjelaskan persoalan tersebut dan membenarkan adanya permasalahan antara warganya dengan Bumdes Masagi .
" betul, awalnya selana 7 bulan berjalan lancar, namun satu bulan terakhir terjadi permasalahan, uang tidak dibayarkan melalui rekening Bumdes melainkan diambil langsung oleh sekretaris Bumdes," ujarnya pada awak media ini di ruang kantornya.
Di tambahkan , persoalan tersebut sudah ada kesepakatan bahwa uang tersebut akan di ganti oleh Aris selaku bendahara Bumdes.
Sementara itu di tempt berbeda salah satu warga bayuning yang berstatus mantan kepala sekolah , tetap menyoal hal tesebut bahkan telah melaporkan kepada inspektorat kabupaten Kuningan untuk melakukan pemeriksaan khusus anggaran desa Bayuning , menurutnya banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran sejak tahun 2021.
" saya telah melaporkan ke pihak inspektorat terkait penggunaan dana desa Bayuning dan hari ini Pukul 09 wib saya di panggil menghadap " ujarnya Selasa 27/01/26 . (bul )

