Relevansi Modul Ajar: Ketua Forwades Sebut Dukungan Orang Tua Krusial dalam Literasi Siswa

Kuningan Forwades.com – Di tengah transformasi digital pendidikan, keberadaan buku modul ajar—atau yang sebelumnya akrab dikenal sebagai Lembar Kerja Siswa (LKS)—dinilai masih menjadi instrumen vital dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ketua Forum Wartawan Desa (Forwades), Bung Suradi, menegaskan bahwa modul ajar tetap relevan sebagai referensi tambahan ilmu pengetahuan, baik bagi siswa maupun pendidik. Menurutnya, modul ajar berfungsi sebagai suplemen yang memudahkan pemahaman materi di luar buku paket utama.

Pendidikan Berkualitas Berbanding Lurus dengan Fasilitas

Dalam keterangannya, Suradi menekankan bahwa kualitas pendidikan seorang anak sangat dipengaruhi oleh kelengkapan sarana penunjang. Ia menilai wajar jika orang tua memberikan dukungan finansial lebih demi meningkatkan kecerdasan dan wawasan anak melalui pengayaan literasi.

"Jika kita ingin anak menjadi lebih pintar, tentu ada keadilan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah sedikit biaya tambahan untuk sarana penunjang. Pendidikan yang baik itu berbanding lurus dengan kelengkapan fasilitasnya, termasuk pengayaan ilmu lewat modul ajar ini," ujar Suradi.

Keterbatasan Dana BOS dan Peran Serta Masyarakat

Lebih lanjut, Suradi membedah realita anggaran pendidikan di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kebutuhan buku saat ini masih sangat terbatas, yakni di kisaran 10%. Angka tersebut dinilai belum mampu mencakup seluruh kebutuhan buku dan modul siswa secara ideal.

Melihat keterbatasan tersebut, keterlibatan orang tua siswa menjadi solusi alternatif yang logis guna menambal celah kebutuhan sarana belajar.

"Kita perlu maklum bahwa dana BOS tidak mungkin meng-cover semuanya. Oleh karena itu, perlu ada peran serta dan dukungan dari orang tua siswa dalam hal pengadaan buku modul ajar agar proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal," pungkasnya.

Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan orang tua, diharapkan ketimpangan akses terhadap sumber belajar dapat teratasi, demi mencetak generasi yang lebih kompeten dan berwawasan luas.

" jadi ketika ada yang mempersalahkan hal tersebut ya kembali lagi ke orang tua murid mau anaknya pintar atau tidak, jangan menyalahkan penyelia buku atau yang lain, karena mereka sifatnya  dagang  tidak memaksa harus membeli barang dagangan mereka " ucap Suradi .

lebih jauh Suradi mengatakan bahwa penyelia buku  sangat membantu dunia pendidikan ,  ***"


Previous Post Next Post