![]() |
| gambar hanya pemanis |
KUNINGAN FORWADES.COM – Gelombang kekecewaan melanda para pengurus lingkungan di wilayah Kecamatan Kuningan. Merasa kinerja dan pengabdiannya diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dikabarkan berencana mengundurkan diri secara massal dari jabatan mereka.
Aksi ini dipicu oleh ketidakpastian mengenai pencairan uang stimulan yang hingga kini belum menemui titik terang. Bagi para pengurus lingkungan, uang tersebut bukan sekadar insentif, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama 24 jam penuh.
Perwakilan pengurus RT/RW yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa langkah pengunduran diri ini merupakan puncak dari rasa lelah mereka. Mereka menilai pemerintah daerah kurang peka terhadap kondisi di lapangan.
"Kami adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Dari urusan administrasi hingga konflik warga, kami yang pasang badan. Namun, ketika hak kami berupa uang stimulan tidak ada kejelasan, kami merasa pengabdian kami selama ini tidak dihargai," ujarnya.
Keterlambatan pencairan ini berdampak pada kinerja di tingkat lingkungan. Banyak pengurus RT/RW yang berharap uang stimulan tersebut dapat membantu biaya koordinasi atau sekadar pengganti transportasi dalam menjalankan tugas kewilayahan.
Hingga berita ini diturunkan, para pengurus RT/RW di Kecamatan Kuningan masih melakukan konsolidasi. Jika dalam waktu dekat tidak ada jawaban pasti atau realisasi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, surat pengunduran diri kolektif tersebut dipastikan akan segera diserahkan ke pihak kelurahan maupun kecamatan.
Situasi ini menunjukkan adanya sumbatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan aparatur di tingkat bawah. Jika pengunduran diri ini benar-benar terjadi, dikhawatirkan pelayanan administrasi dan kerukunan warga di wilayah Kecamatan Kuningan akan terganggu secara signifikan.( s)
