Kuningan Forwades.com -Masyarakat di berbagai daerah kini lebih memilih memanfaatkan jasa pinjaman harian (kosipa) hingga "bank emok" ketimbang lembaga keuangan formal. Alasan utamanya sederhana: pencairan dana secepat kilat dan persyaratan yang jauh dari kata ribet.
Bagi warga yang membutuhkan dana mendesak, kepraktisan menjadi pertimbangan utama. Layanan pinjaman informal ini umumnya hanya meminta foto kopi KTP tanpa perlu proses verifikasi yang berbelit-belit.
Perbandingan Akses Pinjaman
Kosipa & Bank Emok: Proses cair dalam hitungan jam atau hari, tanpa agunan (jaminan), tanpa jaminan ketersediaan usaha, dan peryaratan administrasi sangat minim.
Bank Resmi (termasuk BPR): Syarat administrasi menumpuk, wajib menyertakan jaminan/agunan berharga, melampirkan surat nikah, hingga kewajiban memiliki usaha yang sudah berjalan.
Kondisi ini membuat para calon pengusaha kecil yang ingin mencari modal awal sering kali gigit jari. Aturan perbankan formal yang mengharuskan pemohon sudah memiliki bentuk usaha aktif membuat ruang gerak pelaku usaha pemula tertutup. Akibatnya, alih-alih mendapatkan modal dari bank resmi, warga terpaksa beralih ke kosipa dan bank emok meski harus menanggung beban bunga yang tergolong tinggi.
Hal ini seperti yang terjadi pada mang Mod, warga kelurahan Cigintung kecamatan Kuningan, awalnya dia mengajukan permohonan modal untuk usaha cilok ke salah satu bank , namun karena terbentur dengan persyaratan yang ribet, akhirnya mang Mod memilih ke kosipa, karena dianggap nya paling mudah.,
menurutnya pemerintah bisanya cuma melarang jangan pinjam ke bank emok ataupun kosipa tetapi tidak memberikan solusi kemudahan persyaratan. ,Selasa 9/09/26 .( s )
