Ratusan Juta Dana ketapang yang dikelola Bumdes Bina Mulya Ludes


KUNINGAN, Forwades.comn-22 April 2026 – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Mulya desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah program ketahanan pangan bertema pertanian yang mereka jalankan dinilai mengalami kegagalan total. Akibat kurang matangnya perencanaan dan analisis usaha, BUMDes tersebut ndilaporkan menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

kerugian ini akibat tanaman cabai yang dikelola seluas 1 hektare mati sebelum panen maksimal.

Program yang digadang-gadang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui sektor pertanian ini, justru berujung pada pemborosan anggaran yang bersumber dari dana desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegagalan ini berakar pada ketidakmampuan pengelola dalam melakukan studi kelayakan usaha (feasibility study) yang komprehensif sebelum mengeksekusi program. Penentuan komoditas pertanian yang tidak sesuai dengan kondisi geografis, musim, menjadi faktor utama kerugian.

"Program ini seharusnya menjadi tulang punggung ketahanan pangan desa. Namun, karena perencanaan yang kurang matang terkesan dipaksakan tanpa analisis musim tanam yang jelas sehingga operasional di lapangan menjadi tidak efisien. Hasil panen yang minim tidak mampu menutup biaya operasional yang membengkak," ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dana yang seharusnya diputar untuk pemberdayaan masyarakat dan mendatangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) kini tertahan pada aset yang tidak produktif. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, yang mencakup biaya pembibitan, sewa lahan, operasional alat pertanian, hingga upah pekerja yang tidak sebanding dengan hasil produksi.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga Desa Cikeusal. Banyak pihak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa dalam proyek ini.

sementara itu, sekretaris desa Cikeusal Rio Sarwono ketika diminta keterangan soal hal tersebut menjelaskan." dalam laporan yang disampaikan ke pemerintah desa, Bumdes Bina Mulya mengalami kerugian 7 juta, akibat gagal panen." ujar Rio.

Menanggapi isu ini, masyarakat mendesak agar pihak pengurus pemerintah desa segera melakukan evaluasi menyeluruh (audit investigatif). Warga menuntut adanya pertanggungjawaban atas hilangnya potensi anggaran desa tersebut.

"Kami berharap ada audit yang transparan. Jika memang ada kelalaian manajemen atau kesalahan dalam pengambilan keputusan bisnis, hal ini harus diperbaiki agar tidak menjadi preseden buruk bagi pengelolaan BUMDes ke depannya," tambah perwakilan masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Cikeusal belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pemulihan (recovery) maupun solusi atas kerugian yang dialami. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi BUMDes lainnya akan pentingnya riset dan analisis bisnis yang matang sebelum mengalokasikan anggaran untuk program-program berskala besar. ( bul )

Previous Post Next Post